Translate

Minggu, 12 Mei 2013

Budidaya Bebek Potong

untuk anda semua yang lagi mencari panduan tentang Persiapan dan Cara Ternak Bebek Potong akan saya ulas sedikit tips dan caranya.
supaya kalian semua bisa dengan mudah memahami dan langsung terjun ke dunia peternakan.


Dalam memulai bisnis budidaya bebek potong maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, yang paling pertama adalah mempersiapkan mental dalam diri kita. memang sudah menjadi rumusan umum bahwa ketika akan menjalankan usaha apapun itu bentuknya, faktor mental inilah yang pertama dipersiapkan, sehingga ketika sudah mempunyai keyakinan yang kuat maka apabila kemudian hari terjadi masalah atau persoalan dalam bisnis tidak kemudian patah semangat justru terjadi sebaliknya menganggap persoalan itu sebagai suatu tantangan yang dapat dan bisa dilalui.



Persiapan dan Cara Ternak Bebek Potong

Lalu yang harus disiapkan didalam memulai bisnis bebek potong adalah finansial, karena faktor ini yang nanti akan menunjang persiapkan fisik yaitu pembangunan kandang, pembelian bibit, pakan, dan biaya perawatan lainnya. Dan dalam hal finansial ini kita harus pintar melakukan pengelolaan dan mempunyai hitungan yang jelas, jangan sampai dengan finansial yang tidak telalu besar malah habis atau dengan kata lain menjadi rugi dan habis, sehingga justru mematikan usaha itu sendiri. Tidak sedikit yang mengalami seperti itu, sehingga dalam pengelolaan keuangan ini harus benar-benar melalui perhitungan yang matang. Jika sudah melalui hitungan yang matang masih ada kerugian tentu nilainya tidak akan besar, atau menghabiskan seluruh modal yang dimiliki.


Dan yang terakhir adalah persiapan fisik, yang pertama adalah mempersiapkan lahan yang akan dijadikan kandang. Dalam penentuan lahan ini jangan terlalu sembarang menentukan, lahan sebaiknya jauh dari pemukiman penduduk dan pilih daerah yang cukup tenang artinya jauh dari kebisingan tapi juga tidak mengesampingkan akses jalan menuju kandang.

Lalu sumber air sehingga tidak kesulitan dalam memberikan minum, karena berbahaya apabila telat dalam pemberian minum apalagi hingga air minum tersebut kosong. Setelah mendapat lahan yang baik maka selanjutnya tinggal membuat kandang, dan setelah itu persiapan dalam hal pakan karena dalam bisnis budidaya bebek potong faktor ini sangat menentukan apabila dipersentasikan maka 60 % kesuksesan dalam bisnis ini ada didalam hal pemberian pakan selain juga perawatan. Sehingga dalam waktu yang tidak telalu lama sekitar 2 bulan dapat menghasilkan berat atau bobot yang diharapkan dan yang diinginkan oleh pasar.












Demikianlah artikel yang bisa saya sajikan mengenai Persiapan dan Cara Ternak Bebek Potong, semoga bermanfaat dan berguna untuk anda semua - Persiapan dan Cara Ternak Bebek Potong


Persiapan dan Cara Ternak Bebek Potong. budidaya bebek potong. ternak bebek. ternak bebek potong. ternak bebek pedaging. cara ternak bebek potong. beternak bebek pedaging. peternakan bebek. budidaya bebek potong. cara beternak bebek pedaging. budidaya bebek pedaging. peternakan bebek potong


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yayasan The Better Life For Indonesia
Jalan Raya Banjaratma no. 62 Rt.02 / Rw. 07, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52253.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Telp.0283-6175562
Email : yayasanthebetterlifeforindones@gmail.com
------------------------------------------------------------------------------------------------

Persiapan dan Cara Budidaya Cabai

Persiapan dan Cara Budidaya Cabai 
 
Diera ini, ekonomi Indonesia lagi masa peralihan. kebutuhan yang senakin banyak tak seimbang dengan hasil produksi petani dalam negeri, akibatnya impor pun dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut. dampaknya pun juga dirasakan para petani kecil.

Nahh pada kesempatan kali ini saya akan share Bagaimana Persiapan dan Cara Budidaya Cabai  dimaksudkan untuk membimbing dan memberi petunjuk atau acuan terhadap para petani yang ingin mengembangkan Budidaya Cabai.




Persiapan dan Cara Budidaya Cabai


Kriteria Tempat Yang Cocok Untuk Budidaya Cabai


Iklim
Angin sepoi-sepoi cocok untuk budidaya cabai (budidaya cabe). Curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kelebihan air. Intensitas sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman cabai (tanaman cabe), berkisar antara 10 – 12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai (tanaman cabe) 240C -280C.


Tanah
Tanah tempat penanaman cabai (penanaman cabe) harus gembur dengan kisaran pH 6,5 – 6,8.

Air
Tanaman cabai (tanaman cabe) memerlukan air cukup untuk menopang pertumbuhannya. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara, pengangkut unsur hara ke organ tanaman, pengisi cairan tanaman cabai, serta membantu proses fotosintesis dan respirasi. Tetapi pemberian air tidak boleh berlebihan.




Persiapan untuk Budidaya Cabai

Pemilihan Lokasi Budiaya Cabai (Budidaya Cabe)
Lokasi budidaya cabai (budidaya cabe) sebaiknya dipilih yang strategis, transportasi mudah, dekat sumber air, jauh dari area penanaman cabai (penanaman cabe)  lain/tanaman sefamili. Sejarah lahan sangat penting untuk diperhatikan, paling baik lahan tidak ditanami tanaman cabai (tanaman cabe) selama minimal 2 tahun terakhir agar diperoleh hasil optimal.

Pengukuran pH Tanah Budiaya Cabai (Budidaya Cabe)
Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.

Persiapan Sarana Prasarana Budiaya Cabai (Budidaya Cabe)
1.      Pengadaan tanah untuk media semai.
2.      Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, dan kapur pertanian.
3.      Pengadaan benih dan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak).
4.      Pengadaan pestisida.
5.      Pengadaan ajir, bambu penjepit mulsa PHP, dan tali pertanian.
6.      Pengadaan peralatan.
7.      Persiapan tenaga kerja.


Pelaksanaan Budidaya Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai)


Persiapan Lahan Budidaya Cabai

1.      Pembajakan dan penggaruan.
2.      Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm, lebar parit 50-70 cm.
3.      Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
4.      Pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP.
5.      Pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah. Rapikan bedengan.
6.      Pemasangan mulsa PHP.
7.      Pembuatan lubang tanam.
8.      Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm x 60 cm dan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm. Tujuannya untuk menjaga kelembaban udara di sekitar pertanaman cabai (pertanaman cabe).
9.      Pemasangan ajir.

Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Cabai (Budidaya Cabe)
1.      Rumah atau sungkup pembibitan.
2.      Pembuatan media semai.
3.      Komposisi media semai adalah 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media semai dimasukkan ke dalam polibag semai.
4.      Penyemaian benih cabai (benih cabe).
5.      Pemeliharaan bibit.
Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, kemudian sungkup dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi.  Penyemprotan pestisida dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai). Dosis ½ dari dosis dewasa.
6.      Pindah tanam.
Bibit cabai (bibit cabe) berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke lahan.
Pemeliharaan Tanaman Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai)

Penyulaman Budidaya Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai)
Penyulaman budidaya cabai(budidaya cabe) dilakukan sampai umur tanaman 3 minggu. Apabila umur tanaman cabai (tanaman cabe) sudah terlalu tua dan masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tanaman cabai (tanaman cabe) tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan dan Pengikatan Tanaman Budidaya Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai)
Perempelan tunas samping. Perempelan tunas samping dilakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun. Bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman cabai (tanaman cabe) tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban saat tanamancabai (tanaman cabe) sudah dewasa. Dilakukan sampai pembentukan cabang utama, ditandai munculnya bunga pertama.
Perempelan daun. Perempelan daun dilakukan umur 80 hst (hari setelah tanam) pada daun-daun di bawah cabang utama dan daun tua/terserang penyakit.

Sanitasi Lahan Budidaya Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai)
Sanitasi lahan budidaya cabai (budidaya cabe) meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, tanaman cabai (tanaman cabe) terserang hama penyakit disingkirkan dari area penanaman.

Pengairan Budidaya Cabai (Budidaya Cabe)
Pengairan budidaya cabai(budidaya cabe) diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan Budidaya Cabai (Budidaya Cabe)
PUPUK AKAR

Diberikan dengan cara pengocoran :
-     Umur 15 hst dan 30 hst, dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (tanaman cabe) 200ml.
-     Umur 45 hst dan 60 hst, dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (tanaman cabe) 200ml.
-     Umur 75 hst, 90 hst dan 105 hst, dosis 5kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (tanaman cabe) 200ml.
PUPUK DAUN

-    Kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 14 hst dan 21 hst.
-    Kandungan Phospat, Kalium dan mikro tinggi diberikan umur 35 hst dan 75 hst.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABAI (TANAMAN CABE)





Hama Tanaman Cabai

Gangsir
Gangsir tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Brachytrypes portentosus. Hama ini menyerang tanaman muda yang baru saja pindah tanam. Serangannya dilakukan malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi di dalam tanah. Gangsir membuat liang dalam tanah sampai kedalaman 90 cm. Gangsir merusak tanaman cabai (tanaman cabe) dengan cara memotong pangkal batang tapi tidak memakannya. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Ulat Tanah
Ulat tanah tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Agrotis ipsilon. Hama jenis ini menyerang tanaman cabai (tanaman cabe) di malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah menyerang batang tanaman cabai (tanaman cabe) muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan ulat pemotong. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Ulat Grayak
Ulat grayak tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Spodoptera litura. Hama ini menyerang bagian daun tanaman cabai (tanaman cabe) dengan cara bergerombol. Daun terserang berlubang dan meranggas. Ulat grayak disebut juga ulat tentara. Seperti halnya jenis ulat lain ulat ini menyerang tanaman cabai(tanaman cabe) malam hari, sedang siang harinya bersembunyi di balik mulsa atau dalam tanah. Ulat grayak bersifat polifag. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Ulat Buah
Ulat buah tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Helicoverpa sp. Hama ini menyerang buah muda dengan cara membuat lubang dan memakannya. Ulat buah bersifat polifag. Pengendalian kimiawi  menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Thrips
Thrips tanaman cabai (Tanaman cabe) adalah Thrips parvispinus. Serangannya ditandai adanya bercak-bercak keperakan pada daun tanaman cabai (tanaman cabe) terserang. Hama ini lebih suka mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun terserang mengeriting, akhirnya tanaman cabai (tanaman cabe) menjadi kerdil. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahanaktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Kutu Daun
Kutu daun tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Myzus persiceae. Kutu ini mengisap cairan tanaman cabai (tanaman cabe) terutama pada daun muda, kotorannya berasa manis sehingga menggundang semut. Serangan parah menyebabkan daun mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman cabai (tanaman cabe) menjadi kerdil. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Kutu Kebul
Kutu kebul tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Bemisia tabaci. Hama berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Tungau
Tungau tanaman cabai (tanaman cabe) adalah tungau kuning (Pol Polphagotarsonemus lotus) dan tungau merah (Tetranychus cinnabarinus). Tungau bersembunyi di balik daun sambil menghisap cairan daun. Daun cabai (cabe) terserang berwarna kecoklatan, terpelintir, serta pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida akarisida berbahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Lalat Buah
Lalat buah tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Dacus dorsalis. Lalat betina dewasa menyerang dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur ini akhirnya menggerogoti buah cabai (cabe) sehingga buah menjadi busuk. Pengendalian lalat buah menggunakan perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol dimasukkan botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau dapat menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil.  Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Nematoda
Nematoda tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Meloidogyne incognita. Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit penyerang bagian akar tanaman cabai (tanaman cabe). Bekas gigitan cacing inilah akhirnya menyebabkan serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. Cara pengendalian nematoda dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.


PENYAKIT TANAMAN CABAI

Rebah Semai
Rebah semai tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Pythium debarianum. Penyakit ini biasa menyerang tanamancabai (tanaman cabe) fase pembibitan dan tanaman muda setelah pindah tanam. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahanaktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis ½ dosis terendah yang tertera pada kemasan.

Layu Bakteri
Bakteri penyebab layu tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Pseudomonas sp. Penyakit layu bakteri sering menggagalkan tanaman, tanaman cabai (tanaman cabe) terserang mengalami kelayuan pada daun, diawali dari daun-daun muda. Upaya pengendaliannya antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman cabai (tanaman cabe) terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Umur 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Layu Fusarium
Cendawan penyebab layu tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Fusarium oxysporum. Tanaman cabai (tanaman cabe) terserang mengalami kelayuan dimulai daun-daun tua, kemudian menyebar ke daun-daun muda dan menguning. Upaya pengendaliannya antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman cabai(tanaman cabe) terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Umur 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Busuk Phytophtora
Cendawan penyebab busuk phytophtora tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Phytopthora infestans. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman. Batang terserang ditandai bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman cabai (tanaman cabe) layu. Daun terserang seperti tersiram air panas. Buah terserang ditandai bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya tembaga, mankozeb, propineb, ziram,  atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Busuk Kuncup
Penyakit busuk kuncup tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Choanephora cucurbitarum. Penyakit busuk kuncup menyerang bunga, tangkai bunga, pucuk dan ranting tanaman cabai (tanaman cabe). Ranting terserang berwarna coklat kehitaman dan cepat menyebar sehingga mematikan ujung tanaman cabai (tanaman cabe), sedangkan bagian lainnya masih tegar. Ranting mati membusuk. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf, dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya tembaga, mankozeb, propineb, ziram,  atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Bercak Cercospora
Cendawan bercak cercospora tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Cercospora capsici. Penyakit bercak cercospora menyerang daun, tangkai buah, batang dan cabang tanaman cabai (tanaman cabe). Gejala serangan ditandai adanya bercak bulat kecil kebasah-basah, bercak dapat meluas dengan diameter 0,5 cm, pusat bercak berwarna pucat sampai putih, tepi bercak berwarna lebih tua. Daun terserang parah berwarna kuning dan gugur. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Antraknosa (Patek)
Cendawan antraknosa tanaman cabai (tanaman cabe) adalah Colletotrichum capsici dan Gloesporium piperatum. Antraknosa sering juga diistilahkan patek. Buah terserang akan nampak bercak agak bulat dan berlekuk berwarna cokelat tua, di sini cendawan membentuk massa spora berwarna merah jambu. Buah terserang harus dimusnahkan dari area penanaman cabai (penanaman cabe). Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Virus
Virus tanaman cabai (tanaman cabe) adalah TMV, TEV, TRV, CMV, TRSV, CTV dan PVY. Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan terutama musim kemarau. Gejala serangan umumnya ditandai pertumbuhan tanaman cabai (tanaman cabe) mengerdil, daun mengeriting dan terdapat bercak kuning kebasah-basahan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama saat perempelan. Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman cabai (tanaman cabe) terserang, kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman cabai (tanaman cabe).


STRATEGI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA CABAI

Pengendalian hama gangsir, ulat tanah dan nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.
Pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, thrips, tungau, lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).


PANEN
Cabai (cabe) merah dapat dipanen pada umur 110 hst. Buah dipanen adalah buah 80% masak.


Demikianlah artikel yang bisa saya bagikan pada kesempatan kali ini mengenai persiapan dan cara budidaya cabai, semoga bermanfaat dan berguna untuk anda semua - Persiapan dan Cara Budidaya Cabai
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yayasan The Better Life For Indonesia
Jalan Raya Banjaratma no. 62 Rt.02 / Rw. 07, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52253.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Telp.0283-6175562
Email : yayasanthebetterlifeforindones@gmail.com
------------------------------------------------------------------------------------------------




Selamat Mencoba dan Sukses :)

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas

Membuat Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas - Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah tentu saja menemukan barang bekas. Setelah itu, baru kamu bisa memulai mempraktikkan cara membuat kerajinan tangan dari bahan bekas itu sesuai ketrampilan Anda. jangan takut salah, tidak perlu takut gagal! berkreasilah sesuka anda, semenarik mungkin. Toh juga, kalaupun hasilnya tidak sesuai harapan Anda, Anda tidak terlalu banyak mengalami kerugian karena bahan-bahan yang Anda gunakan adalah barang-barang bekas.





kamu juga diharuskan untuk memilah-milah barang bekas seperti apa yang ingin kamu olah menjadi kerajinan tangan. Jangan-mentang-mentang ingin mengolah barang bekas, lantas kamu sembarangan mengumpulkan segala macam barang-barang bekas. Pilih saja barang-barang bekas yang memang masih kelihatan cukup bagus, cukup bersih, dan tidak terlalu jelek.


Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas - Jepit Cantik dari Sisa Kain Perca

Sendal jepit biasanya terbuat dari bahan karet polos. Karena harganya yang relatif murah dan bentuknya sangat sederhana, jarang sekali sandal jenis yang satu ini dibawa ke tempat umum. Kalau tidak untuk digunakan sebagai alas kaki di dalam rumah, sandal jepit paling tidak untuk menemani kaki Anda ke kamar mandi agar tidak licin.
Jika Anda kreatif, sandal jepit sederhana milik Anda bisa diubah menjadi lebih menarik. Tidak perlu beli baru, manfaatkan saja barang-barang bekas seperti kain perca sebagai bahannya. Berikut cara membuat kerajianan tangan dari bahan bekas dengan sisa kain perca untuk sandal jepit Anda:



Bahan dan Alat:


  • sandal jepit polos
  • kain perca
  • pensil
  • gunting
  • lem tembak
  • pernak-pernik pendukung. Bisa gunakan sisa kancing baju berukuran besar jika ada.




Cara Membuat:

  • Letakkan sandal jepit Anda di atas kain perca. Ini gunanya agar Anda bisa membuat potongan pola sesuai ukuran sandal jepit Anda untuk alasnya. Gambar pola dengan pensil, lalu gunting.
  • Setelah pola alas kaki tersebut Anda gunting rapi, cocokkan  ukuran kain perca di bagian atas alas kaki sandal jepit Anda. Jangan lupa, beri sedikit lubang di tengah dan dua sisi kiri kanan agar tali jepitan sandal tidak menghalangi kain perca yang akan ditempel.
  • Tempelkan kain perca yang sudah Anda gunting dan Anda cocokkan tadi di bagian atas alas kaki sandal jepit tersebut menggunakan lem tembak. Ingat, hati-hati menggunakan lem jenis ini karena jika terkena tangan akan terasa panas. Tekan dan rapikan kain perca hingga menutupi seluruh bagian atas alas kaki sandal jepit tadi, kecuali tali jepitannya.
  • Untuk bagian tali sandal jepit yang belum terkena sentuhan kain perca, Anda cukup menggunting sisa kain perca seukuran lebar 3 cm dan panjang yang bisa disesuaikan dengan besar sandal jepit Anda. 
  • Beri lem di tali sandal jepit, lalu lilitkan dengan rapi sisa kain perca yang sudah dipotong dengan lebar 3 cm tadi di tali sandal jepit Anda hingga menutupi seluruh bagian tali jepitannya.
  • Setelah semua bagian sandal jepit Anda tertutup rapi dengan kain perca, kecuali bagian bawah sandal, kini Anda tinggal menambahkan aksesoris pemanis untuk sandal jepit Anda. Tempelkan kancing bekas aneka warna berukuran besar di salah satu sisi tali sandal jepit Anda. 
Cukup mudah dan minimalis bahan untuk membuat kerajian  tangan sandal dari kain kain perca ini bukan?

Cara membuat Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas Sendal Jepit Lukis

Masih dengan bahan sandal jepit, namun kini dengan tampilan berbeda. Jika tadi cara membuat kerajinan tangan sandal jepit dari bahan kain perca, cara yang berikut ini lebih simpel lagi. Cukup praktikkan kemampuan Anda melukis atau menggambar pada media sandal jepit yang sudah mulai usang.


Bahan dan  alat:

  • sendal jepit polos
  • cat Minyak
  • vernis
  • kuas
  • pensil
  • hair dryer atau alat pengering rambut. Jika tidak ada, bisa menggunakan kipas angin.

Cara membuat:
Tentukan gambar apa yang ingin Anda lukis di atas sandal jepit bekas Anda. Pilih gambar-gambar yang sederhana saja, agar tidak sulit jika Anda seorang pemula untuk urusan lukis-melukis. Gambar-gambar yang disarankan seperti gambar bunga, bintang, daun atau hati.
  • Gunakan pensil terlebih dahulu untuk membuat gambarnya. 
  • Setelah gambar selesai Anda buat dengan pensil. Kini lapisi gambar Anda dengan cat minyak menggunakan kuas. Penuhi bidang sandal dengan warna hingga tidak ada bidang di bagian atas sandal yang terlihat kosong. 
  • setelah semua bagian atas alas sandal jepit diwarnai, keringkan dengan menggunakan hair dryer atau bisa juga dengan bantuan kipas angin.
  • Setelah benar-benar kering. Lapisi gambar yang Anda lukis di atas alas kaki bagian atas sandal Anda tadi dengan menyemprotkan vernis. Gunanya vernis agar tampilan akhirnya menjadi lebih mengkilap. Lalu, kembali keringkan.

Nah, cara membuat kerajinan tangan dari bahan bekas sandal jepit lukis yang satu ini pun tidak kalah sederhana dan cocok untuk mengisi waktu luang Anda kan?

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas - Lilin Hias dari Sisa Lilin

Anda mungkin punya lilin bekas yang ukurannya sudah hampir habis. Jangan buang sisa-sisa lilin di rumah Anda yang ukurannya sudah pendek. Tidak ada salahnya Anda membuat lilin dengan tampilan lain agar lebih canti menghiasi meja makan Anda. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk mempraktikkan cara membuat kerajinan tangan ini:


Bahan dan Alat:

  • sisa-sisa lilin bekas pakai ( Semakin aneka warna,semakin bagus )
  • gelas kaca ukuran kecil
  • sumbu lilin (bisa di beli di toko kerajinan tangan)
  • spidol waterproof 
  • pisau cutter

Cara membuat:
  • Iris halus lilin bekas hingga berbentuk butiran seperti pasir.
  • Hias gelas kaca dengan tulisan atau gambar-gambar dengan spidol waterproof.
  • Masukkan sumbu lilin sambil tuang serpihan lilin yang diiris halus tadi ke dalam gelas kaca. Padatkan hingga menjadi padat kembali dan sumbu lilin tegak. Jika lilin Anda beraneka warna, maka bisa memasukkan serpihan irisan lilin berselang-seling dengan warna lain. Padatkan kembali hingga penuh.
  • Kini lilin tampilan lilin Anda menjadi berbeda dari biasanya. Lebih cantik karena dikemas dalam gelas kaca yang telah Anda lukis dengan spidol warna waterproof.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yayasan The Better Life For Indonesia
Jalan Raya Banjaratma no. 62 Rt.02 / Rw. 07, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52253.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Telp.0283-6175562
Email : yayasanthebetterlifeforindones@gmail.com
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 11 Mei 2013

Masalah Kesehatan Karena rokok yang jarang dipublikasikan

Masalah kesehatan karena rokok yang jarang dipublikasikan


tubuh-perokokBerdasarkan penelitian banyak dampak kesehatan yang diakibatkan oleh rokok. berikut efek samping akibat rokok yang jarang dipublikasikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

1. RAMBUT RONTOK. Rokok memperlemah sistem kekebalan, sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit seperti lupus erythematosus yang menyebabkan rambut rontok, sariawan mulut, dan erupsi cutan (bintik merah) diwajah, kulit kepala dan tangan.

2. KATARAK. Merokok dipercaya dapat memperburuk kondisi mata. Katarak, yaitu memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya yang dapat menyebabkan kebuataan, 40% terjadi pada perokok. Rokok dapat menyebabkan katarak dengan cara mengiritasi mata dengan terlepasnya zat-zat kimia di paru-paru yang oleh aliran darah dibawa sampai kemata.

3. KULIT KERIPUT. Merokok dapat menyebabkan menuaan dini pada kulit karena rusaknya protein yang berguna untuk menjaga elastisitas kulit, terkikisnya vitamin A, dan terhambatnya aliran darah. Kulit perokok menjadi kering dan keriput terutama didaerah bibir dan mata.


4. KANKER KULIT. Merokok tidak menyebabkan melonoma, tetapi merokok dapat menyebabkan meningkatkan kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut. Ditengarai bahwa perokok berisiko menderita cutaneus squamus cell kanker, sejenis kanker yang meninggalkan bercak pada kulit.

5. HILANGNYA PENDENGARAN. Karena tembakau menyebabkan timbulnya endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke dalam telinga bagian dalam. Perokok dapat kehilangan lebih awal daripada orang yang tidak merokok atau lebih mudah kelihangan pendengaran karena infeksi pendengaran.

6. OSTEOPOROSIS. Ada karbon monoksida, yaitu zat kimia beracun yang banyak terdapat pada gas buang mobil dan asap rokok lebih mudah terikat dalam darah dari oksigen, sehingga kemampuan udara untuk mengangkat oksigen turun 15% pada perokok, akibatnya tulang orang yang merokok kehilangan densitasnya menjadi lebih mudah patah/retak dan penyembuhannya 80% lebih lama.

7. KARIES. Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut, membentuk plak yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning, dan terjadi karies.

8. EMPHYSEMA. Emphysema yaitu pelebaran dan rusaknya kantung udara oada paru yang menurunkan kapasitas paru-paru untuk menghisap oksigen dan melepaskan CO2.

9. PENYAKIT JANTUNG. Satu diantara 3 kematian di dunia diakibatkan penyakit kardiovaskuler. pemakaian tembakau adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk penyakit ini. Rokok menyebabkan denyut jantung lebih cepat, menaikkan risiko hipertensi dan penyumbatan arteri dan akhirnya menyebabkan serangan jantung atau stroke.

10. KANKER. Asap rokok mengandung 40 macam zat karsinogen. Kemungkinan timbulnya kanker paru pada perokok 22 kali lebih besar; lidah, mulut, kelenjer ludah, dan pharynx 6-7 kali lebih besark; kanker kerongkongan 12 kali lebih besar, oesophagus 8-10 kali lebih besar (WHO, 2002).

11. DISKLORI JARI-JARI. Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan kuku yang meninggalkan warna kuning dan kecoklatan.

12. TUKAK LAMBUNG. Konsumsi tembakau menurunkan resistensi terhadap bakteri yang menyebabkan tukak lambung, juga meminimalisasi kemampuan lambung untuk menetralkan asam lambung setelah makan sehingga akan menggerogoti dinding lambung. Tukak lambung pada perokok lebih sulit disembuhkan.

13. KANKER UTERUS. Merokok dapat meningkatkan risiko kaker servik dan uterus. kanker ini bisa disebabkan oleh nikotin yang ada dalam darah. Mengapa? Karena asap rokok yang masuk ke dalam tubuh akan segera menyebar ke seluruh tubuh. Zat nikotin yang ada dalam asap rokok tersebut akan memicu pertumbuhan sel tidak normal yang kemudian menjadi biang munculnya sel kanker mulut rahim.

14. PSORIASIS. Berkembangnya psosiasis/inflamasi noncotageous pada kulit yang menyisakan bercak merah berair dan gatal 2-3 kali lebih besar terjadi pada perokok.

15. PENYAKIT BEURGER. Penyakit yang juga dikenal dengan throaboanginosis obliteran ini adalah terjadinya inflamasi pada arteri vena dan syaraf utama kaki yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah dan bila dibiarkan tanpa perawatan akan mengarah kepada gangren (matinya sel tubuh) sehingga pasien perlu diamputasi.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Yayasan The Better Life For Indonesia
Jalan Raya Banjaratma no. 62 Rt.02 / Rw. 07, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 52253.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Telp.0283-6175562
Email : yayasanthebetterlifeforindones@gmail.com
--------------------------------------------------------------------------------------------------------